Alhamdulilah MenPAN-RB Akhirnya Mengangkat K2 Menjadi CPNS

Posted by Unknown on Wednesday, 24 February 2016


JAKARTA--‎Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi meminta seluruh honorer kategori dua (K2) untuk tidak mengait-ngaitkan lambatnya penanganan masalah K2 dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Demikian juga soal pengangkatan 5.421 guru bantu DKI Jakarta menjadi CPNS yang ternyata menggunakan PP 56/2012 dan sudah habis tenggat waktunya pada Desember 2014 lalu.
"‎Tolong ini jangan dikait-kaitkan dengan Presiden karena yang mengurus pengangkatan PNS adalah saya. Presiden tidak tahu menahu soal ini. Apapun keputusan dan kebijakan yang ditelorkan terkait masalah pengangkatan PNS adalah tanggung jawab saya. Kalau keputusan ini salah, maka saya lah yang salah dan bertanggung jawab," tutur Menteri Yuddy, Selasa (15/9).
Dia mengimbau, bila honorer K2 merasa marah atas ketidakadilan yang diterima, timpakan semua kepada MenPAN-RB dan bukan kepada presiden.
"Terlalu banyak urusan yang harus dipikirkan dan dikerjakan Pesiden Jokowi‎, jadi jangan salahkan beliau. Semuanya tanggung jawab saya, salahkan saya saja," ucapnya.
Mengenai kebijakannya mengangkat seluruh honorer K2 menjadi CPNS tanpa tes, menurut Yuddy, sudah dipikirkan matang-matang berdasarkan masukan berbagai pihak terkait.
"Setelah shalat Istiqharoh, saya mantap dengan pilihan mengangkat seluruh K2 menjadi CPNS," tandasnya.
 Semoga Bapak/Ibu Guru yang tergolong K2 berhati legah karena yang ditunggu-tunggu menjadi kenyataan.
Baca juga :

Sumber info :www.jpnn.com


More aboutAlhamdulilah MenPAN-RB Akhirnya Mengangkat K2 Menjadi CPNS

Quo Vadis Pendidikan Pasca Revisi Kurikulum

Posted by Unknown on Sunday, 21 February 2016

Menjelang dan di awal tahun 2016 kita sempat di suguhi bermcam berita septar pendidikan yang simpang siur sehingga membikin kalang kabut banyak pihak.Diantara isu yang di angkat,semisaal menyangkut perubahan kurikulum pendidikan nasional,pendidikan bela negara,tentang nasib K2 ,tunjangan profesi guru,ujian kompetensi guru (UKG) dan seambrek berita lainya.
Akibat banyak berita yang membingungkan tersebut,dalam kesempatan perkuliahan,seorang mahasiswa juga guru sempat bertanya kepada penulis :sebenarnya pendidikan di Indonesia mau dibawa ke mana?bahkan ada juga yang bertanya,akankemanakah Indonesia pergi kok tidak jelas ujung pangkalnya.
Sebuah pertanyaan yang kelihatan sederhana tapi membutuhkan jawaban yang rumit juga ini.Kemana engkau pendidikan Indonesia yang keren alias agak ilmiah untuk ini adalah Quo Vadis Pendidikan Indonesia.

A.PENGERTIAN QUO VADIS 
   Kamus digital wilkipedia menyebutkan,quo vadis adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang terjemahanya secara harfiah berarti:"kemana engkau pergi"kalimat ini adalah terjemahan latin dari petika bagaian dari apokrif Kisah Santo Petrus (Acts of peter ):"Tuhan kemana engkau pergi.
   Kalimat tersebut merupakan ungkapan kristiani yang menurut Tradisi Greja dilontarkan pada yesus Kristus oleh Santo Petrus yang saat ini bertemu dengan yesus dalam perjalanan hendak melarikan diri dari misinya yang berisiko disalibkan di Roma.Jawaban yesus yang mengatakan ."Aku hendak kembali ke Roma untuk disalibkan kembali".(Eo Rohman iterum crucifigi) membuat petrus menyadari panggilanya dan ia pun berbali kembali ke Roma ;kemudian ia disalibkan secara terbalik dan menjadi martir di sana.
   Sejak dahulu ,kalimat ini sering digunakan oleh berbagai kalangan.Salah satu contoh yang terkenal ialah judul buku dalam bahasa Indonesia;Quo Vadis NU Setelah kembali ke khittah 1926,karangan Kacung Marijan(jakarta:Erlangga) pada tahun 1992.Quo Vadis,juga merupakan sebuah film mengenai penindasan umat kristiani oleh nero,kaisar romawi,berdasarkan sebuah buku yang di karang oleh Hendryk Sienkiewicz,seorang novelis polandia pada tahun 1896.Film diedarkan tahun 1951dan merupakan box office yang memenangkan golden awards sering dengan itu membahas pendidikan terutama di Indonesia amat tidak mudah karena amat komplek masalanya.Berbeda dengan Negara lain apalagi Negeri kecil masyarakat yang tidak semajemuk Indonesia.Oleh karenanya membahas pendidikan di Indonesi juga harus menggunakan frame atau kacamata keindonsiaan,tanpa itu jelas tidak berpijak pada kenyataan yang sebenarnaya untuk melihat atau memotret pendidikan setidaknya kita juga harus melihat delapan standar Nasional pendidkan.Namun untuk tulisan ini,batas melihat beberapa aspek pendidikan Indonesia dikaitkan dengan isu yang lagi berkembang ke permukaan.Isu-isu tersebut menandakan adanya sebuah dinamaik yang hendak mendorong roda pendidikan kita kearah yang diinginkan oleh pihak-pihak tertentu.Oleh karea-nanya relevan sekali kalah ada yang menanyakan,sebenaryan hendak kemanakah engkau pendidikan Indonesia?

B.KURIKULUM
   Sebuah kurikulum bisa dibilang sebagai inti dari pendidikan dan memeiliki pengaruh amat besar seluruh kegiatan pendidikan.Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia dimasa mendatang,maka penyususnan kurikulum tidak dapat dilakukan secara serampang.Penyususnan kurikulum membtuhkan landasan kuat,yang didasarkan pada hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam.
   Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landsan kuat dapat berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri.Dengan sendirinnya,akan berakibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia.Seiring dengan itu ,pakar pendidikan nana syaodik sukmadinata (1997) mengemukakan empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum,yakni :filosofis ;psikologis;sosialbudaya;ilmu pengetahuan dan teknologi.
    Selain itu,kurikulum juga memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan teori pendidikan.Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum.Sedang teori kurikulum dijabarkan berdasarkan teori pendidikan tertentu
   Kurikulum juga merupakan suatu sistem yang memilik komponen-komponen tertentu:
   Sistem kurikulum terbentuk empat komponen,yaitu komponen tujuan ,isi kurikulum,metode atau strategi pencapaian tujuan dan komponen evaluasi.Sebagai suatu sistem,tiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain.Manakala ada satu komponen yang membentuk sistem kurikulum terganggu atau tidak berkaitan dengan komponen lainya,maka sistem kurikulum akan terganggu pula secara etimologi,kurikulum berasal dari bahasa yunani,yaitu curir yang artinya pelari dan curerin yang berarti tempat berpacu.Istilah ini awalnya digunakan dalam dunia olahraga pada zaman yunani kuno,dengan pengrtian suatu jarak yang harus ditempuh lari dari garis start sampai garis finish.Sedang dalam bahasa latin,kurikulum berarti track atau jaulur pacu.Selanjutnya,istilah tersebut diadaptasi oleh dunia pendidikan.
   Secara terminologi ,istilah kurikulum yang digunakan dalam dunia pendidikan kemudian diartikan sebagai sejumlah pengetahuan atau kemampuan yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai tingkatan tertentu secara formal dan dpaat dipertanggungjawabkan,banyak pakar memberikan definisi tentang kurikulum ini namun pada intinya semua tidak akan terlepas dari proses pendidikan untuk mencapai pendidikan.
   Dengan demikian kurikulum bisa diartikan sebagai suatu usaha rencana dan organisasi untuk mencapai tujuan untuk menciptakan suatu pengalaman belajar pada siswa dibawah tanggung jawab sekolah untuk mencapai tujuan.Sehingga kurikulum tidak terbatas hanya berupa mata pelajaran atau kegiatan-kegiatan belajar siswa saja tetapi segal hal berperan terhadap pembentukan pribadi anak sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan.
   Melihat begitu strategisnya peran kurikulum sehingga para pemegang kekuasaan pendidikan niscaya ingin menunjukan kepakaranya dalam menggoreng manusia Indonesia akan menjadi manusia - manusia unggul dimsa mendatang melalui pendidikan dan disekenariokan lewat kurikulum.Karena terlalu bernafsunya para penguasa itu sampai-sampai didunia pendiddikan muncul ungkapan yang amat pouler,yaitu ganti menteri ganti kurikulum oleh karenanya seorang menteri yang membidangi pendidikan seakan membuat gaduh dunia pendidikan dengan konsep kurikulum yang dibawanya.
   Sayangnya para penjabat itu terlalu senang dan bangga bila mampu mengeritik penjabat sebelumnya.Demikian terkait dengan perubahan kurikulum.Tiap ada perubahan kurikulum niscaya mengiritik kuriklu sebelumnya,namun yang lebih banyak dikritik adalah pembelajaran atu proses penerapanya.Padahal kurikulum adalah isi ,namun tidak banyak yang mengkritisi soal ini.
    Akibat sikap tersebut para gurupun ikutan terkena wabah para petinggi pendidikan sebagai contih pembelajaran dfengan metode ceramah,dengan dikenalnya KTSP dan pembeljaran konstruktif ,seakan ceramah menjadi tabuh sampai-sampai .Hampir semua penelitian tindakan kelas (PTK) yang dibikin guru senantiasa dalam latar belakangnya mengritik guru cara  mengajar,yakni menggunakan metode ceramah.
   Sejalan dengan ini,Kepala pusat Pengembangan sumber belajar (P2SB) Universitas Negeri Malang (UM) Dr.Wasis D.Dwiyogo,Mpd. dalam publikasinya juga mengkritik sikap para penjabat yang berwenang mengubah kurikulum tersebut.Menurutnya,kurikulum itu lebih banyak tentang isi.Isi kurikulum yang dipelajari peserta didiklah menjadi titik tekanya,Saat ini kendati kurikulum sudah sering berubah,pada hakekatnya isinya tidak banyak mengalami perubahan.Yang banyak berubah hanya pembelajaranya.

C.KURIKULUM TITIPAN
   Hal ini juga membikin hiruk pikuk kurikulum di Indonesia adalah adanya titipan dari berbagai pihak yang diekspose sebelum dikomunikasikan secara tuntas.Contoh terakhir kaitan kurikulum bela Negara.Pihak Kemenham menginginkan bela negara masuk kurikulum mulai Taman Kanak Kanak(TK) mulai tahun ajaran mendatang sudah bisa diterapkan ,namaun Mendikbud Anies Baswedan mengaku belum tahu menahu (Jawa pos,7/716.Padahal Kemendikbud sendiri juga sedang merevisi kurikulu 2013 dan akhir sekarang tinggal penuntasan.
  Kurikulum ini amat banyak  mulai materi tentang pemberantasan korupsi,bela negara,narkoba,terorisme,budi pekerti(karakter),dan seterusnya.Semestinya sebagai masukan  itu dikirim saja ke Kemendikbud biar diolah  dan disinkronkan untuk kemudian dijadikan ssatu hingga muncul kurikulum yang susdah menyangkut semua aspek.Selama proses  ini perlu tidak  perlu terlalu banyak ekspose yang saling mengunggulkan urgensinya suatu materi masuk dalam kurikulum.Tim inti di Kemendikbud biar bisa bekerja sesuai kapasitasnya.
    Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah perlukah semua materi itu masuk kurikulum .Bila itu dipaksakan ,lantas bagaimana dengan orientasi bangsa kita?Mengacu pendapat Dr.Wasis di atas,semestinya kurikulum harus sejalan dengan orientasi  bangsa dan negara kita pada jangka waktu tertentu kedepan.Itu artinya,berbagai aspek  yang perlu masuk kurikulum tersebut bisa jadi cukup diintegerasikan dengan mata pelajaran yang relevan.Hal ini agar arah kurikulum jelas tidakmenjadi kurikulum gado-gado.

D.INSAN INDONESIA
   Sebagai kita ketahui bahwa sesuai Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional (RPPNJP) 2005-2025 ,Visi Kemendikbud 2025 adalah :menghasilkan insan Indonesia cerdas dan kompetif (Insan Kamil paripurna).Insan cerdas yang dimaksudkan adalah cerdas ,spiritual,emosiona, dan sosial,intlektual serta kisnetis.Sedang insan kompetif yang dimaksudkan adalah :kepribadian  unggul dan gandrung akan keunggulan ,bersemangat,juang tinggi,jujur,mandiri,pantang menyerah,pembangunan dan pembinaan jejaring bersahabat dengan perubahan,inovatif dan akan menjadi perubahan ,produktif ,sadar mutu ,berorientasi global ,pembelajaran sepanjang hayat ,serta menjadi rahmat bagi semesta alam.
   Yang menjadi pertanyaan sekarang ,indikator visi tersebut sudahlah konkrit?bila di anggap sudah ,sejalankah visi itu visi presiden?bila tidak sinkron  berarti ,sebaiknya kurikulum dikubur saja.Bila sudah sinkron berarti bisa dilanjutkan.
Cuma,orientasi  itupun harus konkrit sehingga manusia indonesia masa depan yang hendak diproduklewat kurikulum revisi jelas sosoknya.Buka kata -kata indah  tapi tidak bisa dipersonifikasikan.Andai masih  juga kabur maka manusia -manusia produk kurikulum yang disempurnakan (KYD) Tetapkan manusia-manusia samar yang tidak jelas kompetasinya bila demikian adanya,maka terus kemana ujung perginya pendidikan kita.

Sekian dulu shobat trimakasih bilah sudih membacnya,,,,,

Sumber Info :Media

   
More aboutQuo Vadis Pendidikan Pasca Revisi Kurikulum

Mengoptimalkan Otak Anak Dengan Menggambar

Posted by Unknown on Friday, 19 February 2016

SELAMAT SIANG PENNGUNA INTERNET,,,Semoga siang ini kita di berkahi oleh Allah ,Amin Ya Rabbalalamin.
Kali ini saya akan memosting mengoptimalka otak anak dengan menggambar,ok simak ya???
Tulisasan ini bertujuan para pembaca untuk mengetahui kelebihan menggambar dalm mengoptimalkan otak anak,karena ternyata menggambar memiliki banyak kelebihan atau manfaat.Salah satu manfaat paling terlihat adalah membantu mengembangkan fungsi otak kanan.Kalau anak sejak usia dini sudah belajar menggambar,perkembangan otak kananya juga cepat sehingga kreatifitasnya bisa berkembang dengan baik.Dalam buku "Tutorial  Mengajar untuk Melejitkan Otak Kanan dan Kiri Anak " yang di tulis oleh Ahmad Faidi disebutkan bahwa pentingnya guru mengajar dalam mengembangkan kedua belahan otak siswa kanan maupun kiri karena  ketika otak kanan berkembang maka otak kiri otomatis juga berkembang.Tetap otang kiri yang berkembang,otak kanan ternyata statis.
  Menurut catatan Gordon Dryden dan Jeannette Vos,seperti ditulis dalam bukunya Learning Revolution (1999),para peneliti membuktikan bahwa 59% kemampuan belajar anak ditentukan dalam 4 tahun pertamanya,dan 30%-nya sebelum usia mencapai 8 tahun.Tapi ini tidak berarti bahwa si anak menyerap 50% pengetahuan atau 50% kearifan,maksudnya adalah,dalam empat tahu pertama itu anak membentuk jalur-jalur itu tulianya menegaskan empat tahun pertama.
  Dalam Desertasi Humprey,S (2008;86) yang berjudul " A Study of The Influense of Pre School Setting On School Achievement" yang penulis kutip dari Jurnal Pascasarja STAIN Kediri yang berjudul "Pendidikan Islami Anak Membangun Karakter Mulai Usia Dini"oleh Agus Zainul Fitri bahwa anak berusia 0-4 tahun memiliki perkembangan kognitif sebesar 50% ,4-8 tahun sebesar 30% dan 9-17 tahun sebesar 20%.Memang perkembangan otak sebelum usia 1 tahun lebih cepat,tetap kematangan otak berlangsung sesudah anak lahir.Ini momentum yang tak dapat diabaikan karena masa lahir sampai empat tahun pertama disebut masa emas (Golden Age).Pada masa ini 50% varibilitas kecerdasn orang dewasa sudah terjadiktika anak berusia empat tahun,30% berikutnya pada usia 8 tahun,dan sisanya ketika usia anak mencpai sekitar 18 tahun.
  Pada masa usia perkembangan fisikk,motorik,intelektual,maupun sosial anak terjadi sngat pesat,sehingga para ahli menyimpulkan bahwa "keberhasilan"pada masa ini akan menentukan masa depan seorang anak .Salah satu dari sekian cara adalah dengan menggambar.
  Dalam buku "Mengoptimalkan Otak Kanan Anak Dengan Creative Drawing" yang ditulis oleh Feny Olivia dan Hany Raziarti (2011:21) disebutkan bahwa :
  Bahkat dan potensi yang dikembangkan dengan baik akan menjadi modal anak meniti sukses karier dimas depan.Bakat bisa muncul secara alami dari stimulasi dan kesempatan yang diberikan kepada anak.Namun ada ada kalanya bakat anak tidak jelas (potensi) sehinnga butu stimulasi dan kesempatan lebih banyak lagi agar bakat anak tersebut bias terlihat,lalu diasa untuk dikembangkan.Selain itu kita perlu mendorong anak kita agar memiliki kepekaan rasa yang tinggi.
  Selanjutnya menggambar adalah salah satu cara menstimulasi anak agar potensi bisa terlihat.Menggambar dapat mengoptimalkan otak anak melalui tiga cara :1)Membuat jari jemari menjadi tangkas.2)Mengembangkan imajinasi dan kreatifitas.3)Melati kemampuan membedakan warna.
  Keinginan atau minat anak terhadap menggambar berbeda beda.Tetapi sebenarnya tiap anak pasti bisa menggambar karena gambar merupakan bahasa rupa.Namu jika anak tiadk difasilitasi dan diberi ruang berekpresi biasa dorongan untuk menggambar itu tidak terlihat.Feny Olivia dan Hany Raziarti (2011:23) mengungkapkan bahwa masih banyak keuntungan lain bila mengasa kepekaan rasa anak melalui aktifitas anak menggambar kreaatif,terutama bagi karier yang dipilih anak nantinya.Dengan sering menggambar yang dilakukan akan melatih seperti berikut ini :

  1. Daya ingat meningkat ,dengan menggambar daya anak akan meningkat karena dia akan mengingat hal-hal yang pernah dilihat bahkan yang dia dengar juga akan diingat,baik berupa imajinasi maupun gambar -gambar yang ppernah dilihat.Kekuatan daya ingat diperlukan dalam bidang pekerjaan seperti Arkeolog,Dokter dan Ahli Hukum.
  2. Daya fisik makin meningkat ,bagi anak yang menggambar sambil menggunakan dua spidol atau menggunakan tangan atau menggambar sambil menggerakan tubuh seperti pergi ke alam,menggambar sambil menari atau menggambar sambil bernyanyi dsb.Akan membuat anak lebih kreatif dan kordinasi tubuhnya makin baik.Anak yang gemar menggerak-gerakan anggota tubuhnya biasa menjadi olahragawan yang handal,penari,anggota militer dsb.
  3. Daya kosentrasi meningkat,dengan menggambar bisa menambah kemampuan kosentrasi dan ketekunan anak karena saat menggambar akan fokus pada apa yang sedang dilakukanya yaitu menggambar disekelilingnya ramai.Kemampuan berkosentrasi dibutuhkan oleh profesi programmer komputer,peneliti dsb.
  4. Daya nalar terarah,dengan anak menggambar akan memiliki imajainasi yang tinggi,ada keinginan menyelesaikan gambarnya,hal ini akan berpengaruh pada cepat memahami intruksi,mampu menylsesaikan pekerjaan denan cepat dengan rekan-rekanya,dengan imajinasi yang tinggi anak cepat nyambung diajak bicara,diskusi dan atau memecahkan masala karena ia bisa menggambar solusi atau memecahkan permasalahan di kepalanya.Bila demikian anak akan cocok diarahakan pada bidang yang membutuhkan nalar tinggi seperti pemgamat,pemikir ,atau konsekor,penerjemah serta penelitih.
  5. Kesabaran,Ketekunan,dan ketelitian meningkat,dengan menggambar akan terlatih kesabaran dan ketekunanya.Hal ini akan terlihat pada hasil akhir gambarnya.Bagi anak yang terlatih kesabarandan ketekunanya gambar yang di hasilkan lebih detail misalnya gambar pemandangania akamn melengkapi dengan rumah ,pohon,sawah,binatang,dan hal-hal kecil yang umumnya akan dilewatkan mereka yang kurang sabar/tekun.Dengan menggambar bias dilatih ketelitianya misalnya saat dia akan menggambar objek yang harus sama persis dengan aslinya.Dalam hal ini akan bisa diarahkan pada bidang yang menuntut ketelitian tinggi seperti arsitek,akuntan,pengacara,dan peneliti.Selain yang tersebut manfaat menggambar adalah media yang tepat untuk mengungkapakan imajinasi anak yang berhubungan dengan otak kanan.Dan jika perkembangan otak kiri yang diasah akan mempengaruhi otak kiri anak sehingga anak akan cendurung mengakibatakan lebih egois,dan kurang bersosiliasasi dengan menggambar perkembangan otak kanan anak akan lebih baik sehinnga :
  • Mendorong anak lebih bersosialisasi,peka terhadap lingkungan sekitar sejalan dengan situasi dan objek yang merka tuangkan diatas kertas.
  • Berempati dengan orang lain,juga meningkatkan ekspresinya.Karena dengan menggambar menuangkan imajinasinya berupa ekpresi gagasan dari dalam dirinya.Setiap goresn gambar membuka cakrawala berpikirnya,juga membebaskan jiwanya.
  • Melalui media gambar kemampuan motorik halus aanak bisa terlihat seperti memegang pensil,crayon,menarik garis dsb.
  • Melalui media gambarjuga mengembangkan motorik kasrnya seperti postur tubuh yang memungkinkan anak duduk untuk menggambar dengan nyaman.
  • Mengammbar dapat menyalurkan emosi anak atau untuk mengungkapkan perasaan anak menurut Jossie Palleja ,Ph.D Psikoterapi dari Newyork gambar anak berkaitan langsung dengan bgaimana perasasaan mereka tentang diri mereka dan lingkungan mereka.Baik dari warna ,objek atau benda yang digambarnya.
Menurut  kegiatan menggambar pada anak bisa dimulai sejak anak usia 4 tahun karena pada usia Feny Olivia dan Hany Raziartitersebut anak gemar bermain ,sekalugus berimajinasi.Menurut penulis kegiatan menggambar tentu dapat dilakukan terus menerus artinya anak dapat diberikan latihan menggambar meskipun dibangku SD/SLTP karena ternyata begitu banyak manfaat dari menggambar dan menggambar tidak hanya kegiatan ekstrakorikuler tetapi dapat dimasukan dalam intra korikuler dan tidak hanya masuk pelajaran sbk tetapi bisa dimasukan pada semua mata pelajaran yang lain tentunya disesuaikan dengan materinya.Menggambar juga tidak terpaku pada objek tertentu menggambar itu luas ,kreatif dan dapt dikembangkan.Oleh karena itu mari sebagai pendidik ajak anak-anak didik kita untuk menggambar.

Sumber : Media

~~~SEKIAN DULU YA SHOBAT SEMOGA BERMANFAAT BAGI PEMBACA AMIN~~
More aboutMengoptimalkan Otak Anak Dengan Menggambar

Peranan Kegiatan Pembelajaran Guru Dan Siswa Dalam Sistem Pakem (Pembelajaran Aktif,Kreatif,Efektif Dan Menyenangkan )

Posted by Unknown on Thursday, 18 February 2016

A.PENDAHULUAN

Kegiatan beljar mengajar di sekolah adalah kegiatan yang berlangsung setiap hari kecuali hari libur.Apabila kegiatan belajar mengajar di sekolah berlangsung tanpa ada variasi,maka akan menyebabkan murid merasa bosan.Oleh karena itu dalam penyelenggaraan kegiiatan belajar mengajar yang bervariasi sehingga dapat mengembangkan pengetahuan ketrampilan dan sikap siswa secara optimal.
 Baru-baru ini belajar mengajar di dalam dunia pendidikan kita mengalami perubahan baru yaitu suatu sistem pembelajaran siswa Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan ( PAKEM ).Konsep PAKEM ini diterapkan dan dipratikan dalam dunia pendidikan.Di wilayah NKRI,PAKEM diuji cobakan dan seperti kita ketahui setelah diuji coba menunjukan hasil yang lumayan.Konsep sistem PAKEM itu diterapkan di sekolah-sekolah seluruh Indonesia,baik di daerah-daerah maupun di kota-kota.


B.SISTEM PAKEM MENINGGALKAN SISTEM TRADISIONAL

 Memang beebeda kedua sistem tersebut,perbedaan fundamental terletak pada titik perhatian siswa / aktifitas siswa.PAKEM sangat mementingakan keterlibatan pendidik yang diharapkan mengetahui dan memahami apa ,bagaimana dan mengapa sesuatu itu.Jadi sistem ini mementingkan produk sekaaaligus proses.Tidak demikian halnya dengan sistem Traddisional,pendidik tidak dibiasakan dan dilatih untuk memiliki ketrampilan prosedur tentang bagaimana sesuatu itu terjadi,sehingga proses kurang mendapat perhatian,situasinya dikenal dengan istilah Akronim DDDCH Perpanjangan dari Datang,Duduk,Dengar,Catat dan Halal.Namun dengan Inovatif,situasi tersebut jadi berbea,maka sedikit demi sedikit sistem Tradisional kita tinggalkan diganti dengan sistem PAKEM.
C.TUJUH LANGKAH GURU DALAM PAKEM
 Untuk mengangkat sistem PAKEM kedalam kegiatan belajar mengajar,maka peranan Guru antara lain ;
Informasi awal untuk siswa,yaitu materinya yang akan diajarkan pada hari itu.
  1. Apresiasi ,guru menghubungkan materi yang telah lalu dengan apa yang akan disampaikan.Guru sebagai jembatan kognitif atau sebagai entry behavior bagi pokok bahasn sekarang.
  2. Membagi lembar kerja (LK) ,setiap murid harus menerima lembar kerja ini yang berisikan petunjuk dan perintah yang harus dikerjakan siswa,
  3. Memantau proses belajar,guru memantau siapa melakukan apa,bagaimana kerja kelompok,siapa pengacau diskusi.
  4. Diskusi kelas ,sering kali terjadi kemacetan atau penyimpangan atau kesalahan dalam mengambil kesimpulan,guru harus membenarkan dan memberi kepastian atau kesimpulan yang benar.
  5. Evaluasi,tentunya evaluasi terhadap siswa baik secra individual atau kelompok yang mencakup aspek kognitif,efektif dan psikomotor.
  6. Tindak lanjut (follow up) ,guru membuat program tindak lanjut untuk anak yang lamban maupun yang pandai.Program program pengayaan yang berupa tugas -tugas mandiri.Sedangkan tindak lanjut bagi yang lamban adalah membantu meningkatkan daya nalar mereka.Halini ditangani secara individual maupu pekerjaan rumah (PR)atau dengan tutor sebaya.
D.PERASAAN SISWA DALAM SISTEM PAKEM


 Pemutusan proses belajar mengajar pada diri sendiri sebenarnya juga bahwa hal yang baru.Stanly Hall sejak tahun 1891 telah mengutarakan bahwa anak didik merupakan "subjek utama"pendidikan dan anak bukanlah  manusia dewasa kecilyang diperlukan sebagai objek didik yang dapat dibentuk sekehendak guru.
 Dengan demikiantugas guru sebagai pendidik telah diutamakan pengelola dan fasilitator dalam kegiatan beljar mengajar.Guru bertindak sebagai orang yang menciptakan atau menimbulkan suasana yang baik,sehingga siswa dapat belajar dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan secara optimal
 Dalam Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) mencapai keberhasilan bila:
  1. Memiliki motivasi yang kuat untuk belajar.Motivasi yang kuat tersebut akan menunjang kemudahan guru dalam menciptakan ikim kelas dan metode yang tepat,sehingga belajar optimal.
  2. Mengetahui arah tujuan kegiatan belajar mengajar termasuk arah dan tujuan ketuntasan belajar ,kegiatan Intra korikuler, ko korikuler dan Ektra korikuler.
  3. Turut berperan serta dalam proses interaksi belajar mengajar .Siswa secara aktif ikut  sert mengembangkan kemampuan-kemampuanya ,antara lain kemampuan sesuatu melakukan penelitian sendiri dan mengkomunikasikan penemuanya.
  4. Terlibat secara maksimal baik mental,emosional dan fisik.Siswa dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya sehingga dapat dikembangkan dengan menempuh keaktifaan mental,emosional dan fisiknyasejak masukdi sekolah.
E. PERANAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR GURU DALAM SISTEM PAKEM


   Dalam sistem PAKEM,peranan KBM Guru sangat menentukan. Guru  berperan     sebagai perencana dan sekaligus sebagai pelaksana guru diharapkan :
  1. Menguasai bahan program mengajar secara mendalam dan menyeluruh yang terdapat pada struktur program PAKEM.
  2. Mempunyai keahlian dalam memilih dan menganalisa bahan pengajaran.Menguasahi bahan yang termasuk esential yang secepatnya perlu di berikan menurut jenjang kelas yang ada.
  3. Mempunyai keahlian dalam mencari ,memilih dan menentukan tujuan -tujuan instruksional ,terutama instruksional khusus.
  4. Mempunyai keahlian dalam mengobservasi dan memilih pengalaman hidup para siswanya.
  5. Dalam penyajian bahan pengajaran agar sesuai dengan pedoman kegiatan belajar mengajar.
  6. Mempunyai kemahiran memilih dan menggunakan alat atau media pelajaran yang tepat sesuai dengan bidang studi yang di berikan.,termasuk juga ketrampilan yang dalam membuat alat pelajaran dari lingkungannya yang sangat diperlukan.
  7. Menggunakan multi metode penajaran yang tepat guna yang sesuai dengan mata pelajaran masing-masing.
  8. Mempunyai kemahiran dan kemantapan untuk mengevaluasi siswa secara tepat.
           Sedang sebagai pelaksana ,maka guru diharapkan :
  1. Mempunyai kemampuan untuk memberikan motivasi belajar dan gairah belajar,motivasi secra aktif serta partisipasi siswa yang kreatif.Kegiatan belajar siswa akan berhasil baik bila ada perpaduan pengaruh dari siswa sendiri sebagai subyek utama dalam proses belajar mengajar dan dari guru yang merupakan pengelola proses belajar mengajar.
  2. Mempunyai kemampuan dalam menjalankan peranan sebagai guru.Dapat melaksanakan pendekatan inqiry dan discovery dalam kegiatan belajar mengajar,guru menekankan siswa untuk lebih mampu menemukan dan mencoba sesuatu yang baru.Dengan pendekatan ini siswa  didorong memperoleh  untuk melakukan sendiri,memiliki sikap mental ilmiah,sikap ingin tau wawasan lebih trbuka menghargai pada teori dar sikap tnggung jawab.
  3. Tidak mendominasi atau memonopoli kegiatan dalm proses belajar mengajar.
  4. Memberikan kesmpatan pada siswa untuk belajar menurut keadaan ,cara dan kemampuan siswa, guru jangan menuntut lebih dari kemampuan siswa.
  5. Menggunakan berbagai jenis metode mengajar yang di milikinya untuk memperbesar belajar siswa,namun tetap berprinsip pada PAKEM.Penggunaan ceramah pada suatu kali pertemuanseharusnya diikuti variasi metode tanya jawab ,diskusi,pemecahan masalah dan pemberian tugas sehingga siswa tidak boasn.
     Sekian dulu ya shobat semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi bapak atau ibu guru sebagai bahan pertimbangan,
     Lain kali aku sambung lagi.........!!!

     REFERENSI : SUMBER MEDIA
More aboutPeranan Kegiatan Pembelajaran Guru Dan Siswa Dalam Sistem Pakem (Pembelajaran Aktif,Kreatif,Efektif Dan Menyenangkan )

Langkah-Langkah Menyususun Silabus

Posted by Unknown on Sunday, 25 May 2014

Bagi Guru pemula bahkan mungkin mahasiswa keguruan, menyusun silabus adalah hal baru yang sangat sulit untuk dibayangkan wujudnya. Pada materi kuliah untuk pengembangan kurikulum, pastilah diberi materi tentang menyusun silabus. Akan tetapi, tidak sedikit yang mengalami kesulitan pada waktu menyusunnya agar sesuai dengan kebutuhan kurikulum sekarang ini, yaitu kurikulum KTSP atau kurikulum 2006. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan silabus? Agar lebih mudah untuk mendapatkan gambaran tentang silabus, Kenneth Croft (1980) mengadopsi pendapat dari makalah milik McKay tentang silabus. McKay menyatakan bahwa “….a syllabus provides a focus for what should be studied, a long with a rasionale for how the content should be selected and ordered.” Dengan kata lain, sebuah silabus memberikan fokus mengenai apa yang harus dipelajari, serta penjelasan mengenai bagaimana konten harus dipilih dan disusun. Jadi apabila seorang pengajar akan memberikan materi pembelajaran atau melaksanakan kegiatan belajar mengajar, maka harus mempersiapkan silabus agar dapat memberikan alur yang jelas dan pasti bagi peserta didik tentang materi yang diberikan beserta kemampuan yang harus dicapai. Permendiknas RI Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses menyatakan bahwa silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), materi pembelajaran/tema pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Perkembangan silabus yang baru, harus memasukkan unsur pendidikan karakter di dalamnya, serta direncanakan untuk dimasukkan sebagai nilai-nilai perilaku yang harus ditanamkan kepada siswa. Mengapa nilai-nilai perilaku? Karena karakter sendiri berarti nilai-nilai yang melandasi perilaku manusia berdasarkan norma agama, kebudayaan, hukum/konstitusi, adat istiadat, dan estetika. Menurut Koesoema (2007) dalam bukunya yang berjudul “Pendidikan Karakter”, memberikan gambaran tentang karakter sebagai berikut: “Disini, istilah karakter dianggap sama dengan kepribadian. Kepribadian dianggap sebagai ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan, misalnya keluarga pada masa kecil, dan juga bawaan seseorang sejak lahir.” Pendidikan karakter berarti suatu sistem penanaman nilai-nilai perilaku (karakter) kepada warga sekolah meliputi pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan melaksanakan nilai-nilai, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga manjadi insan kamil (sempurna). Kaitannya dengan penyusunan silabus, pendidikan karakter atau penanaman nilai-nilai tersebut semakin diperjelas dalam bagian isi silabus. Seperti yang telah diungkapkan oleh Koesoema tentang makna karakter yang dianggap sama dengan kepribadian, maka pendidikan karakter hampir sama pula dengan mengajarkan kepribadian. Langkah-langkah menyusun silabus adalah sebagai berikut:  Petakan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Pilihlah dan tentukan materi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar dengan mengacu atau menggunakan sumber belajar Merancang kegiatan pembelajaran dengan mengggunakan metode pembelajaran yang sudah banyak digunakan. Buatlah kegiatan pembelajaran tersebut semenarik mungkin dan dapat memotivasi siswa untuk siap belajar. Tentukan indikator pencapaian agar lebih mudah merancang penilaiannya. Susunlah penilaian dengan menyertakan teknik yang digunakan, bentuk instrumen, dan berikan contoh soal. Alokasikan waktu kegiatan pembelajaran. Sesuaikan dengan materi yang akan diberikan. Masukkan sumber belajar. Sumber belajar dapat berupa buku yang digunakan, CD, kaset, atau website. Dan terakhir tentukan nilai karakter apa yang harus ditanamkan melalui materi yang diberikan tersebut.

Baca juga: Pengertian Silabus
More aboutLangkah-Langkah Menyususun Silabus

Contoh RPP Tematik Untuk Anak Sekolah Dasar

Posted by Unknown on Saturday, 24 May 2014

Jika anda adalah bapak-ibu guru SD yang sedang mencari Contoh RPP Tematik SD sesuai Kurikulum 2013 maka anda berada di tempat yang tepat, karena kami dari teamwww.informasiterbaru.web.id dengan senang hati memberikan Contoh RPP Tematik SD sesuai Kurikulum 2013 ini yang semoga membantu bapak ibu guru SD agar lebih mudah dalam menyusun RPP sesuai dengan Kurikulum terbaru yaitu Kurikulum 2013.
Secara umum Contoh RPP Tematik SD sesuai Kurikulum 2013 terdiri atas beberapa bagian, ini berdasarkan Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 tentang implementasi kurikulum 2013 khususnya pedoman umum pembelajaran.
Contoh RPP Tematik SD sesuai Kurikulum 2013

Contoh RPP Tematik SD sesuai Kurikulum 2013

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN      : ________________
TEMA/SUBTEMA               : Diriku/Aku dan Teman Baru
KELAS/SEMESTER            : I/1(satu)
MATERI POKOK                : Perkenalan Diri
ALOKASI WAKTU               : 4 x 35 menit

A.    KOMPETENSI INTI (KI)
1.    Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2.    Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
3.    Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B.    Kompetensi Dasar dan Indikator
B.1 Kompetensi Dasar
B.1.1. Kompetensi Dasar KI-1
PPKn
1.1. Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
B.1.2. Kompetensi Dasar KI-2
Bahasa Indonesia
2.1. Memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah
2.2. Memiliki rasa percaya diri terhadap keberadaan tubuh melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah
PPKn
1.1. Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
2.1. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moralPancasila
SBDP
2.1. Menunjukkan rasa percaya diri untuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni
PJOK
2.1. Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan
B.1.3 Kompetensi Dasar KI-3
B.1.4. Kompetensi Dasar KI-4
PPKn
4.2. Melaksanakan tata tertib dirumah dan di sekolah Indikator Menjalankan peraturan padapermainan di sekolah
Bahasa Indonesia
4.4. Menyampaikan teks cerita diri/personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
Indikator
• Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap
• Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama panggilan
• Menyebutkan nama temannya
PJOK
4.3 Mempraktikkan pola gerak dasar manipulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional
Indikator
• Melakukan gerakan melempar
• Melakukan gerakan menangkap
SBDP
4.1.Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar
Indikator
Memberi hiasan pada kartu nama

C.    Tujuan Pembelajaran
•    Setelah mengikuti permainan lembar bola,siswa dapat memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama panggilan secara benar.
•    Dengan melakukan permainan siswa dapatmenyebutkan nama lengkap dengan benar.
•    Setelah mendengarkan penjelasan guru, siswadapat menghias kartu nama dengan rapi.

D.    MATERI PEMBELAJARAN
……………….
E.    METODE PEMBELAJARAN
……………….
F.    MEDIA, ALAT, DAN SUMBER BELAJAR
………………
G.    LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
………………
H.    PENILAIAN
………………

Bapak ibu guru SD tidak perlu khawatir dengan titik-titik diatas karena kalau semuanya dituliskan disini akan banyak sekali, jadi silakan download verdi lengkapnya full di Download Contoh RPP Tematik SD sesuai Kurikulum 2013 dalam format pdf. Untuk yang ingin mengetahui cara penyusunan RPP sesuai kurikulum 2013 bisa di lihat di Panduan RPP 2013. semoga Contoh RPP Tematik SD sesuai Kurikulum 2013 ini bermanfaat. RPP Tematik SD sesuai Kurikulum 2013 ini mungkin ada yang masih bersifat draft atau contoh dari pemerintah,  sehingga kelayakannya kami serahkan ke masing-masing bapak-ibu guru untuk dapat dicermati dan disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing
Update RPP Tematik SD yang lain.
Baca juga:
More aboutContoh RPP Tematik Untuk Anak Sekolah Dasar

Tutorial KTSP Berkarakter

Posted by Unknown


Silabus dan RPP berkarakter sangat dibutuhkan oleh para pengajar untuk saat ini. Yang kami bahas adalah RPP untuk Sekolah Dasar dan Sekolah menengah pertama. Implementasi dari RPP berkarakter adalah Pelaksanaan pembelajaran. Dalam tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan inti haruslah meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

Untuk lebih jelasnya tentang RPP berkarakter silahkan anda baca di bawah ini:

1. Kegiatan Pendahuluan untuk RPP berkarakter

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
1.1 menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
1.2 mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
1.3 menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
1.4 menyampaikan cakupan materi dan penjelasanuraian kegiatan sesuai silabus.

2. Kegiatan Inti untuk RPP berkarakter

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
2.1. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
2.1.a. melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
2.1.b.menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
2.1.c. memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
2.1.d. melibatkan peserta didik secara aktif dalam se¬tiap kegiatan pembelajaran; dan
2.1.e. memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
2.2. Elaborasi
Dalarn kegiatan elaborasi, guru:
2.2.a. membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
2.2.b. memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
2.2.c. memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
2.2.d. memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif;
2.2.e. memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
2.2.f. memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan balk lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
2.2.g. memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan variasi; kerja individual maupun kelompok;
2.2.h. memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
2.2.i. memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
2.3. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
2.3.a. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
2.3.b. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
2.3.c. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
2.3.d. memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: (a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;( b) membantu menyelesaikan masalah; (c) memberi acuan agar peserta didik dapatmelakukan pengecekan hasil eksplorasi; (d) memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh; (e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup untuk RPP berkarakter

Dalam kegiatan penutup, guru:
3.a. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
3.b. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
3.c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
3.d. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas balk tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
3.e. menyampaikan iencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Silabus dan RPP berkarakter Sekolah Dasar dan Sekolah menengah pertamayang sudah saya tulis di atas dapat anda terapkan sesuai dengan sekolah anda. Silabus dan panduan RPP berkarakter ini saya ambil dari berbagai sumber.
promo rpp berkarakter Silabus dan RPP berkarakter Sekolah Dasar dan Sekolah menengah pertama
pengertian silabus dan RPP, rpp tik sd berkarakter, rpp berkarakter, silabus SD berkarakter, silabus dan rpp berkarakter sd, pengertian silabus dan rpp berkarakter, rencana pelaksanaan pembelajaran berkarakter, silabus dan rpp, silabus dan rpp sd berkarakter, KTSP BERKARAKTER SD, silabus rpp berkarakter, SILABUS DAN RPP BERKARAKTER, ktsp berkarakter, rpp berkarakter smp, ktsp smp berkarakter, ktsp berkarakter smp, rpp ekonomi smp berkarakter, rpp berkarakter tik sd, rencana pembelajaran berkarakter, SILABUS SD berkarakter bangsa, rpp berkarakter sd
More aboutTutorial KTSP Berkarakter